NASKAH DIALOG DRAMA
“ Harta Penggoda Iman ”
Pada jam kerja di suatu kantor
perpajakan, bos pajak tengah mengeluh tentang kebutuhan keluarganya. Di saat
bersamaan malaikat dan setan berlomba , malaikat terus berusaha untuk menuntun
bos pajak itu ke jalan yang benar dan sebaliknya setan justru sangat bersemngat
untuk menjerumuskan bos pajak ke lembah dosa.
Bos pajak
: “ Duh aduh,tidak mama,anak
sama saja setiap pagi kerjaanny mengeluh terus minta ini minta itu. Mama minta
nya papa nanti siang di mall ada diskon besar besaran mama pngen baju kosmetik
dan barang barang lain.ini yang anak mintanya pa beliin motor baru biyar
bisa motor motoran bareng sama temen.
Huh pusing pusing gaji sama pengeluaran kok banyak banget keluarannya. Dari
mana aku dapat uang lebih? ”
Malaikat
: “ Sudahlah bos, jangan terlalu dipikir
ajarkan saja istri dan anakmu untuk mengatur keuangan jangan boros
boros.ajarkan juga mereka untuk dapat bersabar pasti ada jalan keluar untuk
mencukupi kebutuhan. “
Setan : “ Heh bos,
jangan mau dibohongi sama malaikat . hahahahah ,,sabar ??? jaman sekarang kok
sabar ingat mau kasih makan apa anak dan istrimu. Sabar??? Hahaha bos bos
jangan bodoh. ”
Tak lama kemudian sekertaris dari perusahaan “Maju Mundur”
datang dan berniat untuk menyuap bos pajak agar pengurusan perpajakan
perusahaannya bisa ringan.
Sekertaris :
“Permisi.” (sambil mengetuk pintu
ruangan bos pajak)
Setan :
” pucuk dilancip uang pun datang. Hahaha... uang datang bos.”
Bos paajak :
“ Iya silahkan masuk.”
Malaikat :
” Jangan tergiur bos tetap teguhkan iman mu. ”
Bos pajak :
“ Silahkan duduk, ada keperluan apa ? “
Sekertaris
: “ Teima kasih Pak, begini Pak
saya diutus oleh perusahaan Maju Mundur untuk memberi bapak hadiah. “
Bos pajak :
“ Hadiah apa yang anda maksud ?? “(terkejut)
Sekertaris
: “ Hadiah bila bapak mau untuk
mengurus agar perpajakan perusahaan kami menjadi
ringan . ”
Setan : “ Terima saja bos ,hadiah kok
ditolak. Pikir dulu bos! “
Malaikat
: “ Jangan tergoda bos itu
uang haram, mau istri dan anak mu makan dari uang haram itu? “
Setan : “ Hei
malaikat jangan campuri urusan ku untuk menggoda orang ini, biarkan saja orang
ini jadi orang yang tamak dan serakah. Kan juga dia sendiri yang menanggung
akibatnya. “
Malaikat : “ Bukan aku mencampuri urusanmu
tapi ini tugas ku untuk menyadarkan dan menunutun orang orang ke jalan yang
benar. Bos ingatlah bahwa apa yang kamu lakukan ini tak akan membawa
kebahagiaan bagi keluargamu. “
Setan : “ Tak usah
pikir panjang sikat saja uang itu bos. Tak usah pedulikan apapun, kamu kan bisa
bahagia dengan uang itu. “
Sekertaris
: “ Bagaimana pak apakah
bapak bersedia untuk mengurus perpajakan perusahaan kami ? Ini hadiah sementara
untuk bapak, sisa hadiah akan kami transfer bila bapak setuju. “
Bos pajak :
“ Hahahah tenang saja urusan perpajakan perusahaan saudari bisa saya atur. “
(bos pajak dan sekertaris berjabat tangan sambil menerima hadiah tersebut)
Akhirnya setan tertawa lepas
karena ia berhasil menjerumuskan bos
pajak kelembah dosa, bos pajak itu lebih mengutamakan kepentingan keluarga dari
pada profesionalitas untuk menjalankan kewajibannya. Hanya kita yang bisa
memilih antara kebaikan dan keserakahan. Apa yang kita pilih kelak kita pertanggung
jawabkan di akhir zaman. Sesungguhnya orang yang dapat bersabar jalan keluar selalu menantinya
Karya
,
Marcus
Dewantoro

Tidak ada komentar:
Posting Komentar